CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK (CPPOB)
Cara produksi pangan yang baik(CPPOB)
Pengolahan makanan harus menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan sampai dengan penyajian makanan khususnya untuk pengolahan hasil perikanan harus memperhatikan cara-cara mengolah makanan yang baik dan berkualitas hal ini untuk menjaga produk yang kita buat mempunyai jual yang tinggi dan bisa bersaing dengan produsen lainnya.
Ada beberapa apa prinsip hygiene dan sanitasi pada olahan makanan yaitu:
1. Pemilihan bahan makanan
a. Bahan makanan mentah/ harus dalam keadaan baik, tidak buka bawahnya, dan tidak berjamur.
b. Bahan tambahan pangan(BTP) harus memenuhi persyaratan yang sesuai peraturan yang berlaku, sehingga tidak membahayakan kan bagi para konsumen. Pilihlah bahan tambah pangan(BTP) yang alami atau bahan tambahan pangan buatan yang diizinkan. Contoh bahan tambahan pangan alami my adalah kunyit. Sedangkan contoh oh bahan tambahan pangan buatan ah yang diizinkan pewarna makanan.
c. Makanan olahan pabrik, terdiri dari:
- makanan dikemas harus mempunyai label, mempunyai daftar nomor, dan belum kadaluarsa.
- makanan yang tidak mempunyai kemasan dalam komisi harus baru, segar, tidak basi, dan tidak mengandung yang berbahaya.
2. Penyimpanan bahan makanan
Tempat penyimpanan bahan makanan harusnya terhindar dari kemungkinan kontaminasi baik dari bakteri, serangga, tikus dan hewan lainnya maupun bahan berbahaya hewan lain maupun bahan berbahaya. Perhatikan penyimpanan dengan prinsip firs in firs out (FIFO) dan firs expired in out (FEFO). Gunakan tempat atau wadah yang sesuai dengan bahan makanan dan dan menyesuaikan suhu dalam penyimpanan. Perhatikan pula ketebalan bahan makanan dan kelembaban ruangan yang berkisar antara 80- 90%. Bahan makanan tidak boleh menempel langsung di lantai jaraknya 15 cm. Dinding yang mempunyai jarak 5 cm, maupun langit-langit jarak 60 cm.
3. Pengolahan makanan
Merupakan proses mengubahnya bentuk dari bahan mentah menjadi makanan jadi atau siap makan. Dengan memperhatikan cara pengolahan makanan yang baik yaitu:
a. Tempat pengolahan makanan harus memenuhi persyaratan teknis hygiene dan sanitasi untuk mencegah resiko kontaminasi silang.
b. Menu harus disusun dengan memperhatikan pesanan, ketersediaan bahan, keragaman variasi makanan, dan lamanya pengolahan.
c. Bahan yang diolah harus dipilih kualitasnya dengan baik, bahan yang tidak baik atau tidak layak harus dibuang pada tempatnya.
d. Persiapan bumbu, peracikan bahan, persiapan pengolahan harus dilakukan sesuai dengan prosedur.
e. Peralatan digunakan tidak mudah berkarat atau kau mengandung bahan kimia yang membahayakan dan tidak menyalahkan bahan berbahaya dari logam berat beracun.
4. Penyimpanan makanan
Makanan jadi disimpan agar tidak rusak atau busuk/basi dan memenuhi persyaratan bakteriologis dengan angka kuman E.koli 0/gram. Penyimpanan harus memperhatikan prinsip first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO). Wadah penyimpanan Harus Terpisah untuk setiap jenis makanan dan dapat menutup sempurna. Bahan mentah dipisahkan dengan bahan mentah lainya. Yang harus perhatikan adalah suhu dalam penyimpanan disesuaikan dengan kondisi bahan.
5. Pengangkutan makanan
Dalam pengangkutan makanan harus memperhatikan kan higiene, tidak boleh bercampur dengan bahan berubah dan beracun. Kendaraan dalam proses pengangkutan khusus untuk makanan dan tidak boleh angkutan dengan bahan lainnya atau personil tujuannya Agar tidak terkontaminasi silang.
6. Penyajian makanan
Makanan yang dinyatakan layak santap apabila telah dilakukan uji organoleptik dan uji biologis. Penyebab keracunan pada makanan.
Penyajian juga harus memperhatikan jarak antara tempat pengolahan dengan tempat penyajian sehingga tidak terjadinya kontaminasi silang.
Setiap makanan memiliki 1 fungsi sampel/ contoh oh yang digunakan sebagai konfirmasi bila terjadi gangguan atau tuntutan konsumen. Sampel disimpan pada suhu 10 derajat Celcius selama kurang lebih 1x24 jam.

Komentar
Posting Komentar